Analisis BSSR

Dashboard Analisis BSSR
Analisis oleh Claude Code
AI analisis dijalankan langsung oleh Claude Code — tidak memerlukan API key terpisah
Untuk membuat atau memperbarui analisis:
Minta Claude Code: "Generate analisis investasi untuk BSSR"
Claude Code akan mengambil data dari database, menganalisis, dan menyimpan langsung ke sistem. Halaman ini akan menampilkan hasil secara otomatis.
BSSR
Baramulti Suksessarana Tbk.
ACCUMULATE
Harga Saat Laporan
IDR 4,450
Target Low
IDR 5,000
Target High
IDR 5,500
Upside Potensi
+12-24%%
Horizon
12 bulan
Laporan dibuat: 2026-06-20  ·  Model: claude-opus-4-8  ·  Regenerate
💡 BSSR membukukan pemulihan laba sangat kuat di Q1 2026: NI +34,1% YoY dan revenue +12,4% YoY — namun saham sudah berada di 52-week HIGH (IDR 4.450). FCF yield FY2025 mencapai 13% dan dividend yield FY2025 diestimasi ~11-12% (termasuk final yang belum dibayar), membuat BSSR tetap menarik sebagai income play meski momentum entry tidak seoptimal di bawah 52-week high.
NI Q1 2026
IDR 433 B
+34,1% YoY vs Q1 2025 IDR 323 B — pemulihan sangat kuat
Revenue Q1 2026
IDR 2.851 B
+12,4% YoY — volume produksi dan ASP membaik
Gross Margin Q1 2026
33,1%
Recovery dari trough Q3 2025 (24,3%) — coal price membaik
FCF Yield FY2025
13,0%
FCF IDR 1.513 B / Market cap IDR 11.643 B — sangat menarik
OCF Q1 2026
IDR 888 B
Terkuat dalam sejarah Q1 BSSR — cash generation excellent
PE Forward (Q1×4)
6,7x
EPS annualized IDR 662 (run-rate Q1 2026)
PE TTM (FY2025)
8,3x
EPS FY2025 IDR 537 (tahun earnings tertekan)
Div FY2025 (diketahui)
IDR 350/saham
Interim saja; final diestimasi +IDR 150-200 → total ~IDR 500-550
Div Yield est. FY2025
~11-12%
Estimasi total IDR 500-550/saham jika final ~IDR 150-200
Posisi Harga
AT 52-week HIGH
IDR 4.450 = high tertinggi 52 minggu (range IDR 3.860-4.450)
Executive Summary

PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) adalah produsen batubara termal mid-size dengan tambang di Kalimantan. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu emiten dengan dividend yield tertinggi di IDX — membayar IDR 1.489/saham di FY2022 (yield ~33% pada harga saat itu), IDR 813 di FY2023, IDR 457 di FY2024, dan diestimasi ~IDR 500-550 untuk FY2025.

FY2025 menjadi tahun sulit bagi BSSR: revenue turun -23% YoY (IDR 11.774 B vs IDR 15.300 B) dan NI turun -34% (IDR 1.405 B vs IDR 2.124 B) karena normalisasi harga batubara dari puncak 2022. Q3 2025 adalah titik nadir dengan gross margin hanya 24,3% dan NM 6,3% — periode ketika harga Newcastle Coal berada di level terendahnya.

Namun pemulihan sudah nyata di Q4 2025 dan semakin kuat di Q1 2026: NI Q1 2026 IDR 433 B (+34,1% YoY), revenue +12,4% YoY, GM kembali ke 33,1%, dan OCF IDR 888 B — rekor terkuat untuk kuartal pertama BSSR. Pasar telah mengantisipasi pemulihan ini: saham naik dari low IDR 3.860 ke IDR 4.450 (AT 52-week high) dalam 12 bulan terakhir.

Kini pertanyaannya bukan apakah BSSR cheap secara fundamental (PE 6,7x forward dan FCF yield 13% menjawab: ya, masih murah), melainkan apakah masuk di harga 52-week high memberikan risk-reward yang optimal. Jawaban kami: untuk income investor yang mengutamakan yield ~11-12%, BSSR tetap layak diakumulasi secara bertahap — tapi bukan untuk dibeli sekaligus di level high ini.

Investment Thesis
  • FCF yield 13% (FY2025: FCF IDR 1.513 B / mktcap IDR 11.643 B) — salah satu FCF yield tertinggi di sektor energi IDX, mencerminkan kemampuan cash generation yang jauh melebihi tampilan NI akibat depreciation tinggi
  • Pemulihan kuat Q1 2026: NI +34,1% YoY, OCF IDR 888 B (rekor Q1), GM 33,1% vs 24,3% di Q3 2025 — berarti worst-case sudah terlewati
  • Estimated dividend yield ~11-12% FY2025 (IDR 500-550/saham total termasuk final) — BSSR konsisten membayar dividen besar dalam berbagai kondisi coal cycle
  • PE forward 6,7x masih murah untuk perusahaan dalam trajectory recovery — BSSR bisa re-rate ke PE 8-9x jika coal prices stabil di $115+
  • Sejarah dividend luar biasa membuktikan komitmen manajemen: IDR 1.489 (FY2022) → 813 (FY2023) → 457 (FY2024) → est.~500 (FY2025) — bahkan di tahun terburuk masih generous
Company Overview

BSSR (Baramulti Suksessarana) berdiri 1990, IPO 8 November 2012. Produsen dan penjual batubara termal dengan konsesi tambang di Kalimantan Timur. Produksi ~10-12 juta ton/tahun. Revenue USD ~$700-950 juta (tergantung harga coal). Pelanggan: pembangkit listrik Asia (Tiongkok, India, Korea, Filipina). Grup perusahaan afiliasi Grup Triputra (Chairul Tanjung bukan pemilik — ini berbeda dengan CT Corp). Manajemen dikenal sangat berorientasi dividend dan shareholder return.

Segmen BisnisStatusKontribusiProspek 2026+
Tambang Batubara Termal (Kalimantan Timur) Operasional penuh ~95% revenue Tergantung harga Newcastle Coal; recovery sejak Q4 2025
Jasa & Logistik Pertambangan Operasional ~5% revenue Stabil, mendukung operasi utama
Analisis Keuangan
Tren Revenue

Revenue BSSR sangat siklikal mengikuti harga batubara: FY2024 IDR 15.300 B → FY2025 IDR 11.774 B (-23%) mencerminkan penurunan ASP coal dari ~$130 ke ~$100/tonne. Secara kuartalan: Q4 2024 IDR 3.704 B masih kuat, lalu drop ke Q1 2025 IDR 2.536 B (harga coal rendah), sedikit recover di Q2 IDR 2.808 B, naik ke Q3 IDR 3.144 B, stabil di Q4 IDR 3.158 B, dan melesat di Q1 2026 IDR 2.851 B (+12,4% vs Q1 2025). Tren recovery jelas terlihat dari Q4 2025 hingga Q1 2026.

Profitabilitas & Margin

Profitabilitas BSSR sangat sensitif terhadap harga coal karena cost structure relatif fixed. Gross margin swing dramatis: Q1 2024 (36,1%) → turun ke trough Q3 2025 (24,3%) → recovery ke Q4 2025 (30,0%) dan Q1 2026 (33,1%). Net margin juga bergerak lebar: Q1 2024 (17,5%) → Q3 2025 trough (6,3%) → Q1 2026 (15,2%). Recovery margin Q1 2026 yang signifikan mengindikasikan coal price sudah melewati bottom cycle dan bergerak ke level lebih sehat.

Arus Kas

Kekuatan utama BSSR: OCF sangat kuat bahkan di tahun earnings tertekan. FY2025 OCF IDR 2.704 B (lebih tinggi dari FY2024 IDR 2.204 B!) menunjukkan perbedaan besar antara NI (tertekan biaya non-cash) dan cash generation nyata. FCF FY2025 IDR 1.513 B → FCF yield 13%. Q1 2026 OCF IDR 888 B sudah mencapai 33% dari total FY2025 OCF hanya dalam satu kuartal — extremely strong cash generation dari pemulihan harga coal.

Neraca Keuangan

Ekuitas Q1 2026 IDR 5.079 B, BVPS IDR 1.941 — PBV 2,29x premium vs book. Kas IDR 1.036 B (9% mktcap — lebih rendah dari ITMG yang 51%). Struktur modal solid, tidak ada indikasi tekanan likuiditas. Perlu dicatat ekuitas Q4 2025 sempat turun ke IDR 4.568 B (dari Q3 2025 IDR 5.095 B) kemungkinan akibat pembayaran dividen besar, lalu naik kembali ke IDR 5.079 B di Q1 2026 karena NI Q1 yang kuat.

Valuasi
P/E Saat Ini
8.3x
P/BV Saat Ini
2.29x
Skenario Valuasi
PE Forward Moderat
IDR 5,296
PE 8x × EPS annualized IDR 662 (run-rate Q1 2026)
PE Konservatif
IDR 4,200
PE 7x × EPS LTM est. IDR 600 (recovery bertahap FY2026)
FCF Yield Target
IDR 5,556
FCF IDR 1.513 B FY2025 / yield 12%
PE Bull Coal Recovery
IDR 6,300
PE 9x × EPS est. IDR 700 (jika coal $130+)
Dividend Discount
IDR 5,000
Div est. IDR 600/saham FY2026 / yield target 12%
EV/NI
IDR 5,261
EV/NI 7x × NI ann IDR 1.732 B + cash IDR 1.036 B
Zona Entry
IDEAL IDR 3,900 – IDR 4,200 Beli agresif jika ada pullback dari 52w high +19-42%
BAGUS IDR 4,200 – IDR 4,450 Akumulasi bertahap — harga saat ini; yield sudah menarik +12-24%
WAIT IDR 4,450 – IDR 4,700 Tunggu konsolidasi atau bad news sebelum tambah posisi +6-17%
HOLD IDR 4,700 – IDR 5,500 Hold existing; target area; jangan beli baru di zona ini Sudah capture gain
Katalis Potensial
  • Pengumuman final dividend FY2025 (kemungkinan Juni-Juli 2026): jika ~IDR 150-200/saham, yield FY2025 total akan menjadi 11-12% — catalyst positif besar
  • Q2 2026 earnings (Agustus): jika momentum Q1 berlanjut dengan GM >30% dan NI >IDR 400 B, re-rating PE ke 8-9x justified → target IDR 5.000-5.500
  • Coal price Newcastle naik ke $120-130: setiap kenaikan USD 10/tonne menambah sekitar IDR 150-200 B ke NI tahunan BSSR
  • Konflik Timur Tengah atau gangguan supply gas alam global mendorong switching demand ke batubara
  • Pembangunan PLTU baru di India dan ASEAN yang masih berlanjut → permintaan coal Asia Tenggara solid jangka menengah
  • Cuaca dingin La Nina di Asia Timur (Q3-Q4 2026) mendorong permintaan energi naik
Faktor Risiko
Risiko
Prob.
Dampak
Mitigasi
Entry di 52-week HIGH — momentum reversal jika coal price koreksi
Sedang
Tinggi
Beli bertahap (DCA), jangan sekaligus; siapkan cash untuk tambah jika turun ke IDR 3.900-4.200
Coal price kembali turun ke $90 seperti Q3 2025 (NM hanya 6,3%)
Sedang
Tinggi
FCF sangat tinggi bahkan di earnings rendah; dividen bisa dikurangi tapi tidak hilang
Final dividend FY2025 lebih kecil dari ekspektasi (kurang dari IDR 150/saham)
Rendah-Sedang
Sedang
Interim IDR 350 sudah di tangan; kekecewaan hanya pada porsi final
PBV 2,29x — jika coal bear market berkepanjangan, book value erosi dan PBV makin terasa mahal
Rendah (jangka pendek)
Sedang
Strong FCF mempertahankan ekuitas; manajemen proven dalam dividend policy
Regulasi minerba (royalti, DMO, ekspor restriction) meningkat
Sedang
Sedang
BSSR sudah comply; margin masih solid bahkan dengan regulasi existing
BSSR lebih kecil dan less liquid dari ITMG — spread bid-ask lebih lebar
Tinggi (structural)
Rendah
Untuk investor jangka menengah, likuiditas bukan masalah utama; hold saja
Kesimpulan & Rekomendasi

BSSR adalah saham batubara mid-size dengan FCF yield 13% dan dividend yield ~11-12% (FY2025 total estimasi) — karakteristik income play yang sangat menarik. Pemulihan Q1 2026 (NI +34% YoY, OCF rekor) memvalidasi bahwa worst-case FY2025 sudah terlewati.

Namun konteks timing perlu dicermati: BSSR sedang berada di 52-week HIGH (IDR 4.450). Ini berbeda dengan ITMG yang berada dekat 52-week LOW. Artinya potensi volatilitas ke bawah lebih tinggi jika ada negative surprise (coal price drop atau earnings miss).

Strategi optimal: akumulasi bertahap (DCA) di level saat ini IDR 4.200-4.450, dengan alokasi cadangan jika ada pullback ke IDR 3.900-4.200. Final dividend FY2025 yang akan diumumkan Juni-Juli 2026 adalah catalyst jangka pendek penting.

REKOMENDASI: ACCUMULATE secara bertahap. Target 12 bulan IDR 5.000-5.500 (+12-24%). Total return termasuk dividend yield ~11-12% memberikan potensi return 23-36% dalam 12 bulan — menarik secara absolute, dengan risiko coal price sebagai variabel utama.

ACCUMULATE
Target: IDR 5,000 – IDR 5,500