Analisis ADRO

Dashboard Analisis ADRO
Analisis oleh Claude Code
AI analisis dijalankan langsung oleh Claude Code — tidak memerlukan API key terpisah
Untuk membuat atau memperbarui analisis:
Minta Claude Code: "Generate analisis investasi untuk [KODE]"
Claude Code akan mengambil data dari database, menganalisis, dan menyimpan langsung ke sistem. Halaman ini akan menampilkan hasil secara otomatis.
ADRO
Alamtri Resources Indonesia Tb
BUY/ACCUMULATE
Harga Saat Laporan
IDR 2,220
Target Low
IDR 2,700
Target High
IDR 3,300
Upside Potensi
+22-49%%
Horizon
12 bulan
Laporan dibuat: 2026-06-20  ·  Model: claude-opus-4-8  ·  Regenerate
💡 ADRO Q1 2026 membukukan laba bersih +68.9% YoY dengan gross margin 37.9% (tertinggi pasca spin-off AADI) — namun pasar masih menghargainya di 0.71x PBV, anomali valuasi yang langka untuk perusahaan dengan profil pertumbuhan seperti ini.
Revenue Q1 2026
IDR 8.005 T
+26.7% YoY dari IDR 6.320 T
Laba Bersih Q1 2026
IDR 2.442 T
+68.9% YoY — reversal sangat kuat
Gross Margin Q1 2026
37,9%
Tertinggi pasca spin-off (+9 ppt dari 28,9% Q1 2025)
OCF Q1 2026
IDR 3.317 T
+147% YoY — arus kas operasi sangat sehat
PBV @ 2.220
0,71x
DI BAWAH BOOK VALUE (BVPS Rp 3.137) — anomali langka
PE Forward
~6,7x
EPS annualized ~Rp 332 dari run-rate Q1 2026
PE TTM (FY2025)
~8,0x
EPS FY2025 ~Rp 276/saham
Dividend Yield
11,9%
FY2025 regular Rp 263/saham @ harga 2.220
Market Cap
IDR 65,2 T
29,4 miliar lembar @ 2.220
Kas Bersih (Q1 2026)
+IDR 19,7 T
Net cash positif — likuiditas sangat kuat
Executive Summary

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), penerus PT Adaro Energy Indonesia pasca spin-off AADI (Desember 2024), membuktikan bahwa bisnis intinya jauh lebih kuat dari yang diperkirakan pasar. Laporan Q1 2026 menjadi 'moment of truth': revenue tumbuh +26.7% YoY menjadi IDR 8,005 T, laba bersih melonjak +68.9% YoY menjadi IDR 2,442 T, dan gross margin mencapai 37,9% — tertinggi sejak AADI dipisahkan.

Pada harga Rp 2.220, ADRO diperdagangkan pada PBV 0,71x — di bawah nilai buku asetnya sebesar Rp 3.137/saham. Ini berarti investor yang masuk hari ini secara teoritis membeli aset seharga 71 sen per satu rupiah nilai bukunya. Kondisi ini sangat langka untuk perusahaan yang masih tumbuh dengan laba double digit.

Tiga pilar bisnis 'new ADRO' beroperasi sinergistis: (1) Coal Mining — met coal + sisa termal — dengan margin yang membaik seiring pemulihan harga met coal; (2) Mining Services melalui SIS (Saptaindra Sejati) yang tumbuh dengan kontrak dari AADI, PTBA, dan klien lain; dan (3) Renewable Energy — PLTA Kayan 1,3 GW + solar 0,4 GW + aluminium smelter — yang masih dalam konstruksi dan akan menjadi game-changer mulai 2027-2028.

Dengan kas bersih IDR 19,7 T, PE forward hanya 6,7x, PBV 0,71x, dan dividend yield regular 11,9%, ADRO menawarkan kombinasi value + growth + income yang sangat jarang ditemukan. Target harga 12 bulan: Rp 2.700 – Rp 3.300 (upside +22% hingga +49% dari harga saat ini).

Investment Thesis
  • PBV 0,71x di bawah nilai buku — anomali pasar akibat ketakutan berlebihan pasca spin-off AADI yang sudah terbantahkan oleh data Q1 2026
  • Laba bersih Q1 2026 +68,9% YoY dengan gross margin 37,9% membuktikan 'new ADRO' justru lebih profitable dari ekspektasi pasar
  • Dividend yield regular 11,9% dari FY2025 (Rp 263/saham) menjadikan ADRO salah satu saham dengan yield tertinggi di IDX
  • Tiga pilar terdiversifikasi: met coal (margin tinggi) + SIS mining services (recurring revenue) + renewable energy (growth driver 2027+)
  • Net cash positif IDR 19,7 T memberikan buffer kuat untuk capex konstruksi PLTA sekaligus potensi dividen tambahan
  • PE forward 6,7x sangat murah untuk perusahaan dengan pertumbuhan laba 69% YoY — pasar belum sepenuhnya me-reprice profil baru ADRO
Company Overview

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) adalah perusahaan energi terdiversifikasi yang sedang dalam transformasi dari coal pure-play menjadi energy company dengan tiga pilar: met coal mining, mining services (SIS), dan renewable energy. IPO 16 Juli 2008. Pasca spin-off AADI (batubara termal) pada Desember 2024, ADRO berposisi sebagai perusahaan energi transisi dengan profil pertumbuhan yang lebih tinggi dan margin yang lebih baik.

Segmen BisnisStatusKontribusiProspek 2026+
Coal Mining (Met Coal + sisa termal) Operasional ~52% revenue FY2025 Stabil-positif; harga met coal lebih premium dari thermal; pemulihan harga Q1 2026 mendorong margin
Mining Services — SIS (Saptaindra Sejati) Operasional & tumbuh ~46% revenue FY2025 Tumbuh kuat; OB removal meningkat; klien AADI, PTBA, lainnya; recurring revenue
Renewable Energy (PLTA 1,3 GW + Solar 0,4 GW + Smelter Al) Konstruksi/early-stage Revenue minimal saat ini Game-changer 2027-2030; NPV estimasi USD 3,5 miliar
Analisis Keuangan
Tren Revenue

Revenue 'new ADRO' (post-spin-off) menunjukkan tren naik yang konsisten: Q1 2025 IDR 6,320 T → Q2 IDR 7,714 T → Q3 IDR 8,177 T → Q4 IDR 8,789 T → Q1 2026 IDR 8,005 T. Total FY2025 sekitar IDR 31,000 T. Pertumbuhan YoY Q1 2026 vs Q1 2025 adalah +26,7%, didorong oleh volume OB removal SIS yang lebih tinggi dan pemulihan harga met coal pasca eskalasi Timur Tengah.

Profitabilitas & Margin

Profitabilitas menunjukkan pemulihan dramatis. Gross margin yang sempat drop ke 28,9% di Q1 2025 (titik terburuk pasca spin-off, memicu kekhawatiran pasar) kini kembali ke 37,9% di Q1 2026 — naik 9 ppt YoY. EBIT margin Q1 2026 sekitar 30%. Net margin 30,5% di Q1 2026 adalah yang tertinggi dalam 5 kuartal terakhir. Perbaikan margin didorong efisiensi biaya agresif dan kenaikan ASP met coal.

Arus Kas

OCF Q1 2026 sebesar IDR 3,317 T adalah yang terkuat pasca spin-off — naik +147% dari IDR 1,340 T di Q1 2025. Kas akhir Q1 2026 mencapai IDR 19,694 T, sangat besar dan memberikan fleksibilitas penuh. FCF positif IDR 2,450 T di Q1 2026 meski capex konstruksi PLTA masih berjalan. Catatan: OCF Q3 2025 sempat rendah (IDR 984 T) akibat timing working capital — ini bersifat sementara dan sudah normal kembali di Q4 2025 dan Q1 2026.

Neraca Keuangan

Total ekuitas Q1 2026 mencapai IDR 92,195 T, naik dari IDR 83,713 T di akhir 2025. Book value per saham IDR 3.137 — signifikan di atas harga saham saat ini IDR 2.220 (PBV 0,71x). Net cash positif dengan kas IDR 19,694 T. Total utang meningkat untuk mendanai capex PLTA, namun DER masih di bawah 0,25x — sangat manageable. Working capital lebih dari cukup untuk mendanai operasi dan dividen.

Valuasi
P/E Saat Ini
8x
P/BV Saat Ini
0.71x
Skenario Valuasi
PE Fair Value
IDR 3,320
PE 10x × EPS annualized Rp 332 (run-rate Q1 2026)
PE Konservatif
IDR 2,656
PE 8x × EPS annualized Rp 332
PBV Fair Value
IDR 3,137
PBV 1,0x × BVPS Rp 3.137 (book value)
PBV Premium
IDR 3,451
PBV 1,1x × BVPS Rp 3.137 (justified by ROE 12%+)
PE TTM
IDR 2,760
PE 10x × EPS FY2025 Rp 276
Analyst Consensus
IDR 2,800
Sucor Rp 3.800; rata-rata broker revised post Q1 2026
Zona Entry
SANGAT IDEAL IDR 1,800 – IDR 2,000 Beli agresif — deep value ekstrem (PBV 0.57-0.64x) +35-50%
IDEAL IDR 2,000 – IDR 2,200 Akumulasi kuat — termasuk area harga saat ini (2.220) +23-35%
BAGUS IDR 2,200 – IDR 2,500 Beli secara bertahap — valuasi masih sangat menarik +8-23%
LAYAK IDR 2,500 – IDR 2,700 Beli kecil, tunggu koreksi untuk add more +0-8%
TARGET / HOLD IDR 2,700 – IDR 3,300 Area target harga 12 bulan — hold, rebalance sebagian Sudah capture gain
Katalis Potensial
  • Q2 2026 earnings (Agustus 2026): jika momentum Q1 berlanjut, konsensus EPS FY2026 IDR 247 bisa terlampaui signifikan
  • Pemulihan harga met coal berlanjut pasca eskalasi Timur Tengah mendorong harga energi global +20% di Q1 2026
  • Mining Services (SIS): pertumbuhan overburden removal dari AADI, PTBA, dan klien baru — recurring revenue tidak tergantung harga batubara
  • Pendapatan bunga dari kas USD 1,15 miliar (~USD 50-60 juta/tahun bonus earnings non-operasional)
  • Buyback saham yang disetujui RUPST April 2026 — mengurangi supply dan meningkatkan EPS per saham
  • Progress konstruksi PLTA Kayan 1,3 GW yang on-track → re-rating multipel ketika COD semakin dekat (2027-2028)
  • Potensi dividen interim FY2026 jika laba H1 2026 kuat
Faktor Risiko
Risiko
Prob.
Dampak
Mitigasi
Harga met coal kembali terkoreksi setelah rally Q1 2026
Sedang
Tinggi
Mining Services (SIS) memberikan buffer natural — tidak tergantung harga batubara
Delay konstruksi PLTA Kayan 1,3 GW dan proyek renewable lainnya
Tinggi
Sedang
Bisnis inti (coal + SIS) tetap solid; renewable adalah bonus nilai jangka panjang
OCI negatif besar di Q2+ akibat revaluasi investasi AADI berbalik
Sedang
Rendah
OCI adalah non-cash dan tidak mempengaruhi laba operasional riil; fokus pada net income operasional
Cost overrun proyek renewable energy (PLTA, smelter aluminium)
Sedang
Sedang
Manajemen ADRO memiliki track record pengendalian biaya yang baik; net cash IDR 19,7 T memberikan buffer
Kurs USD/IDR bergerak besar (pelemahan IDR signifikan)
Sedang
Dua arah
Pelemahan IDR meningkatkan pendapatan ekspor USD, namun meningkatkan beban utang USD dan biaya impor
Dividen tidak seproporsional laba karena kebutuhan capex renewable besar
Tinggi
Sedang
Capex renewable adalah investasi masa depan yang justified; yield 11,9% dari FY2025 sudah sangat menarik
Kesimpulan & Rekomendasi

ADRO adalah salah satu 'hidden gem' terbaik di IDX saat ini. Kombinasi PBV 0,71x (di bawah nilai buku), PE forward 6,7x, dividend yield 11,9%, dan pertumbuhan laba +68,9% YoY menciptakan risk-reward yang sangat asimetris dalam favor investor.

Pasar masih memprice ADRO seolah spin-off AADI merusak bisnisnya — padahal data Q1 2026 membuktikan sebaliknya: 'new ADRO' tanpa batubara termal justru lebih profitable dengan margin yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih kuat.

Untuk investor dengan horizon 12 bulan, target Rp 2.700–3.300 memberikan upside +22% hingga +49% belum termasuk dividend yield 11,9%. Total return potensial: +34% hingga +61%. Untuk investor jangka panjang (3-5 tahun) yang percaya pada eksekusi roadmap renewable energy ADRO, upside bisa jauh lebih besar ketika PLTA 1,3 GW mulai beroperasi.

REKOMENDASI: BUY/ACCUMULATE — Akumulasi pada zona Rp 2.000–2.500. Harga saat ini Rp 2.220 sudah dalam zona yang sangat menarik.

BUY/ACCUMULATE
Target: IDR 2,700 – IDR 3,300